MENU

WHAT WOULD JESUS DO?



Seringkali kita menemukan keempat huruf ini di beberapa tempat, seperti di gelang sport atau kaos. Lalu menurut Anda, apakah keempat huruf tersebut hanya sekedar huruf atau mempunyai makna khusus di baliknya?
Istilah WWJD alias “What Would Jesus Do?”muncul pertama kali sebagai judul buku yang ditulis oleh Charles M. Sheldon. Charles rupanya terinsprasi oleh pengalaman pribadinya sebagai seorang pendeta muda di Topeka, Kansas. Charles yang aktif sebagai pekerja sosial, suatu kali mendapat dorongan untuk menyamar sebagai seorang pengangguran yang hidup di jalanan. Charles benar-benar kaget dan shock berat karena dia mendapati kalau orang-orang yang mengaku Kristen ternyata tidak peduli dan kurang bertanggung jawab. Hasil dari ‘pembongkaran’ kasus yang unik pada orang Kristen di kotanya membuat Charles menulis IN HIS STEPS dan membacanya dengan suara keras di tengah-tengah jemaat.Dipublikasikan untuk pertama kalinya pada tahun 1897 dan dengan cepat menjadi best seller yang memberkati hidup jutaan orang di seluruh dunia yang telah lama bertanya “what does it really mean to be a Chistian?” (Apa makna sebenarnya jadi orang Kristen?).
Buku IN HIS STEPS kemudian dicetak luas dengan judul “What Would Jesus Do?”,buku ini mengisahkan tentang kehidupan orang Kristen di Kota Raymond. Diawali dengan Pendeta Henry Maxwell yang sedang mempersiapkan khotbah untuk hari Minggu di First Church. Keasikannya pagi itu tiba-tiba ‘terganggu’ dengan kedatangan seorang gelandangan muda yang meminta pekerjaan karena baru saja dipecat. Apa jawab Henry? : “Saya tidak tahu apa-apa. Maafkan, saya sangat sibuk pagi ini.” Ironisnya, tema khotbah yang sedang dibuat Henry hari itu Following Christ. Intinya pengikut Yesus harus sungguh-sungguh bertobat dan meneladani Yesus.
Minggunya, baru saja Henry mau menutup khotbahnya, tiba-tiba sosok gelandangan yang Jumat pagi datang ke rumah Henry itu berdiri dari tengah-tengah jemaat dan membuat kaget seisi gereja, ia berkata : “…Saya tidak mabuk dan tidak gila. Saya tidak berbahaya tapi mungkin tidak lama lagi saya mati. Saya kehilangan kerjaan 10 bulan yang lalu. Saya tidak mengeluh cuma berbicara kenyataan. Saya ingin bertanya, apa maksud Yesus waktu dia bilang “FOLLOW ME?”. Pendeta tadi bilang kita harus mengikuti jejak Yesus, yaitu ketaatan, iman, kasih dan keteladanan. Tapi saya tidak dengar pendeta itu menjelaskan apa yang dia maksudkan terutama tentang keteladanan. Apa sih yang orang Kristen maksudkan dengan : Mengikuti jejak Yesus?”.
Si gelandangan berbalik ke arah mimbar, tempat Henry berdiri. “Saya bingung apa maksud kalian bernyanyi ‘Aku ikut Dia di segala jalan?’. Apa kalian bermaksud mau menderita, menyangkal diri dan mencoba untuk menyelamatkan yang tersesat, seperti yang saya mengerti dari seorang Yesus? Istri saya meninggal 4 bulan yang lalu, anak saya terpaksa tinggal dengan keluarga lain sampai saya dapat kerja. Bagaimanapun saya bingung melihat banyak orang Kristen hidup mewah dan bernyanyi ‘Yesus, aku pikul salib dan mengikut Engkau’, lalu mengingat istri saya yang telah meninggal di rumah gembel di New York City. Tentu saya tidak berharap kalian mencegah orang dari mati kelaparan, kurang gizi karena ada lima ratus orang di kota ini. Tapi apa arti mengikut Yesus? Saya harap saya tidak cukup untuk mengerti. But, WHAT WOULD JESUS DO? (apa gereja besar punya baju dan rumah bagus, uang untuk bermewah-mewah, pergi liburan, dll. Sementara orang-orang di luar gereja, ribuan orang mati di rumah gembel, menggelandang di jalan cari kerja dan tidak punya piano atau lukisan di rumah, hidup dalam kesengsaraan, kemabukan dan dosa.)”
Tiba-tiba laki-laki itu bergerak menuju ke depan lalu jatuh tak sadarkan diri. Dokter West memeriksanya segera, ternyata dia mengalami gangguan pada jantung. Peristiwa minggu itu benar-benar menjadi sensasi diantara para jemaat First Church. Tidak ada topik lain yang dibicarakan selain apa yang terjadi saat itu. Namun seminggu saja, laki-laki itu meninggal dengan ucapannya yang terakhir pada Pendeta Henry, “Saya tidak akan melihatnya lagi. Anda telah begitu baik pada saya. Bagaimanapun saya merasa seolah-olah inilah yang akan Yesus lakukan.”
Setelah kejadian itu, Pendeta Henry Maxwell benar-benar tertampar dan berubah. Setelah mengalami pertobatan pribadi, Henry menantang jemaatnya, “Saya ingin sukarelawan dari First Church yang akan berjanji pada dirinya sendiri, sungguh-sungguh dan jujur, untuk sepanjang tahun ini, tidak akan pernah melakukan APAPUN juga TANPA terlebih dahulu menanyakan pertanyaan ‘WHAT WOULD JESUS DO?’ (apa yang akan Yesus lakukan?)”. Di luar dugaan, justru respon datang dari anggota jemaat yang adalah orang-orang yang paling berpengaruh. Wanita pewaris kekayaan, pemilik surat kabar, presiden salah satu universitas lokal dan orang tercantik di kota itu. Mereka sama-sama berikrar untuk melangkah pada iman yang baru, keKristenan yang sejati, yang tidak hanya mengubah sebagian orang tapi seisi Kota Raymond, New York City. Mereka tidak lagi menuruti kehendak sendiri tapi selalu memikirkan apa yang akan Yesus buat kalau seandainya Yesus ada di posisi mereka dalam mengambil keputusan atau bertindak. Mereka sampai rela terancam bangkrut gara-gara tidak mau berbohong, ada yang menolak cowok kaya tapi tidak cinta Tuhan. Mereka semua yang berkomitmen, berubah menjadi tidak egois dan menyangkal keinginan pribadi hanya untuk 1 kalimat, ‘What Would Jesus Do?’.
Bagaimana dengan kita? Apakah kita hanya memakai aksesoris WWJD ini hanya sekedar gaya atau mengikuti tren? Atau kita menggunakan ini karena ini adalah salah satu komitmen dalam hidupmu untuk mengikuti jejak Kristus?
Dalam tahun ini, Tuhan berbicara kepada kita tentang NEXT LEVEL dan NEXT LEVEL berbicara tentang menjadi serupa dengan Kristus, apakah kamu juga mau menjadi serupa dengan Kristus? Kalau mau, berarti kita juga harus melakukan apa yang Yesus lakukan dan tidak melakukan apa yang tidak Yesus lakukan. Jangan sampai WWJD ini berubah menjadi “What Would JUDAS Do?”
Yesus adalah Pribadi yang sempurna, Ia adalah teladan bagi kita semua. Mari renungkan hal ini kembali, pada saat kita menghadapi persoalan, apa yang Yesus perbuat? Apakah Ia akan mengeluh dan menyerah? Pada saat Ia disakiti, difitnah, direndahkan, apa yang Ia lakukan? Ia hanya diam, tidak membantah, tidak marah namun Ia malah mengampuni setiap mereka yang menganiaya Dia. Bagaimana pada saat Yesus dihadapkan pilihan demi pilihan? Yesus mengambil keputusan bahwa Ia tidak akan pernah menyembah kepada Iblis.
Ia selalu ada di samping kita, memberikan kepada kita kekuatan dan kemampuan agar kita dapat menjadi seperti Dia. Untuk mengetahui apa yang akan Yesus lakukan, kita perlu mengetahui apa yang telah Yesus lakukan. Dia merupakan standar kebenaran yang kekal. Kita perlu membelajari Alkitab sepenuhnya dan secara sungguh-sungguh untuk mengetahui apa yang telah Yesus lakukan semasa hidup-Nya. Bukan hanya apa yang Dia lakukan, tetapi juga apa yang telah Dia ajarkan. Bukan hanya membayangkan apa yang akan Yesus lakukan dalam setiap situasi, tetapi apa yang Dia perintahkan untuk kita lakukan.
Healing Quote :
“Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:1-2)

TeamPortal (SP) 

Sumber : Hmministry

ABOUT THE AUTHOR
BAGUS FRAYOGA EFFENDI : Simple and cool! That's me! I like write and do copy paste on my post. I love photography and chatting with friends. Follow me on TWITTER!!! Don't forget! ^^ Artikel / posting tentang WHAT WOULD JESUS DO? ini dibagikan oleh Bagus Frayoga Effendi pada tanggal 17 December 2012. Terimakasih atas kunjungan Anda pada blog ini. Kritik dan saran tentang WHAT WOULD JESUS DO? dapat Anda sampaikan melalui kotak komentar dibawah ini.

Share this article :
 

Post a Comment

Leave comment please ...

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2010-2013. IsJustYoga1 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...