MENU

Tata Nama Senyawa (stoikiometri)

Tata Nama Senyawa
Pendahuluan
Pada zaman dahulu, penamaan senyawa didasarkan pada berbagai hal, seperti nama tempat, nama orang, atau nama sifat tertentu dari senyawa. Namun, dengan ditemukannya semakin banyak senyawa, maka dirasa cara penamaaan yang ada selama ini tidaklah memadai, karena tidak dapat menampung semua senyawa yang ada. Karena itu, didirikanlah IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry), yaitu badan yang mengatur penamaan senyawa di dunia. Pada nantinya, akan dibedakan lagi antara senyawa organik dan non-organik.
Kation & Anion
Sebelum mempelajari tata nama senyawa, perlu dipahami dahulu apakah kation dan anion. Kation, adalah ion yang bermuatan positif. Sementara, anion adalah ion yang bermuatan negatif. Posisinya adalah kation dahulu baru anion. Contoh : Na+(kation) + Cl-(anion) à NaCl. Sebagai catatan, perbandingan kation dan anion selalu tetap. Contohnya, pada NaCl, berapapun massanya, selalu terdiri dari satu atom Na dan satu atom Cl (1:1).
Ion Bermuatan
Ion secara alami memiliki muatan sendiri. Beberapa ada yang tetap, ada yang dapat berubah (tergantung bilangan oksidasi, dipelajari di semester II kelas 10). Namun, ada yang memiliki harga pas, seperti pada unsur alkali dan alkali tanah yang selalu +1 dan +2. Beberapa ion logam, yaitu logam transisi dan logam pasca transisi (logam yang berdekatan dengan unsur non-logam). Contohnya adalah :

No
Rumus
Nama Ion
No
Rumus
Nama Ion
1
Na+
Natrium
13
Pb2+
Plumbum/Timbal (II)
2
K+
Kalium
14
Pb4+
Plumbum/Timbal (IV)
3
Mg2+
Magnesium
15
Fe2+
Ferrum/Besi (II)
4
Ca2+
Kalsium
16
Fe3+
Ferrum/Besi (III)
5
Sr2+
Stronsium
17
Hg+
Hidrargium/Raksa (I)
6
Ba2+
Barium
18
Hg2+
Hidrargium/Raksa (II)
7
Al3+
Alumunium
19
Cu+
Cupper/Tembaga (I)
8
Zn2+
Zink / Seng
20
Cu2+
Cupper/Tembaga (II)
9
Ni2+
Nikel
21
Au+
Aurum/Emas (I)
10
Ag2+
Argentum / Perak
22
Au3+
Aurum/Emas (III)
11
Sn2+
Stanum/Timah (II)
23
Pt4+
Platina (IV)
12
Sn4+
Stanum/Timah (IV)




Ion Poliatom
Ion poliatom adalah senyawa yang bermuatan yang diperlakukan sebagai satu kesatuan. Ion poliatom ada yang kation, ada pula yang anion. Berikut adalah daftar yang sering digunakan:

No
Rumus
Nama Ion
No
Rumus
Nama Ion
1
NH4+
Amonium
19
AsO33-
Arsenit
2
O2-
Oksida
20
AsO43-
Arsenat
3
F-
Florida
21
SbO33-
Antimonit
4
Cl-
Klorida
22
SbO43-
Antimonat
5
Br-
Bromida
23
ClO-
Hipoklorit
6
I-
Iodida
24
ClO2-
Klorit
7
CN-
Sianida
25
ClO3-
Klorat
8
S2-
Sulfida
26
ClO4-
Perklorat
9
CO32-
Karbonat
27
MnO4-
Permanganat
10
SiO32-
Silikat
28
MnO42-
Manganat
11
C2O42-
Oksalat
29
CrO42-
Kromat
12
CH3COO/C2H3O2-
Asetat
30
Cr2O72-
Dikromat
13
SO32-
Sulfit
31
OH-
Hidroksida
14
SO42-
Sulfat
32
HSO3-
Bisulfit
15
NO2-
Nitrit
33
HPO42-
Hidrogen Fosfat
16
NO3-
Nitrat
34
H2PO4-
Dihidrogen Fosfat
17
PO33-
Fosfit
35
BO33-
Borat
18
PO43-
Fosfat











Penamaan Senyawa Anorganik
Penamaan senyawa anorganik, terbagi menjadi empat bagian yang berbeda, yaitu:
1. Senyawa kovalen biner
2. Senyawa ion
3. Asam
4. Basa
Senyawa Kovalen Biner
Senyawa kovalen biner adalah senyawa yang terdiri dari dua jenis unsur non logam. Urutan penulisan dilihat dari susunan berikut: B – Si – C – Sb – As – P – N – H – S – I – Br – Cl – O – F
Penamaan senyawa biner adalah dengan merangkai kedua jenis unsur sesuai dengan urutan di atas. Lalu, pada ujung anion ditambahkan –ida. Contoh : HCl (Hidrogen klorida).
Apabila terdapat lebih dari sejenis senyawa, maka ditambahkan awalan menurut indeks (angka kecil di bagian bawah yang ada dalam penulisan unsur, seperti 2 pada H2) dalam bahasa Yunani. Sebagai catatan, awalan mono tidak dipakai kecuali pada anion. Perlu diingat bahwa indeks ada karena terjadi perbedaan muatan, namun muatan senyawa harus bernilai nol. Contohnya, C bernilai +4 dan O bernilai -2, maka agar total menjadi nol, atom O harus ada 2. Jadi, rumusnya adalah CO2 (untuk muatan, lihat pada tabel kation dan anion di atas). Hal ini berlaku untuk semua jenis senyawa.

1
Mono
6
Heksa
2
Di
7
Hepta
3
Tri
8
Okta
4
Tetra
9
Nona
5
Penta
10
Deka

Contoh:

· CO : Karbon monoksida
· CO2 : Karbon dioksida
· NO : Nitrogen monoksida
· NO2 : Nitrogen dioksida
· CCl4 : Karbon tetraklorida
· N2O5 : Dinitrogen Pentaoksida


Senyawa Ion
Senyawa ion adalah perpaduan antara logam dengan non logam. Penggabungan ini berciri utama tidak menyebutkan indeks. Selain itu, logam selalu menjadi kation, tidak pernah anion. Anion dapat berupa atom tunggal atau ion poliatom. Nama kation disebutkan lebih dulu, baru anion. Contohnya:

· NaNO3 : Natrium nitrat
· Al2(SO4)3 : Alumunium sulfat
· CuS : Tembaga (II) sulfida
· FeCl2 : Besi (II) klorida/Ferrum (II) klorida
· Fe2S3 : Besi (III) sulfida
· SnO2 : Timah (IV) oksida

Senyawa Asam
Senyawa asam memiliki ciri khusus, yaitu kationnya adalah H+. Anionnya adalah non logam atau ion poliatom. Anion disebut sebagai sisa asam. Indeks tidak disebutkan. Cara penyebutannya adalah dengan kata Asam lalu dilanjutkan dengan nama anion tanpa indeks. Sebagai catatan, asam yang tidak mengandung unsur oksigen dapat ditambahkan kata awalan hidro pada anionnya sebagai alternatif.
Contohnya, HCN disebut asam sianida, HNO2 disebut asam nitrit, dan seterusnya. Pengecualian ada pada asam asetat, yang dapat juga ditulis CH3COOH. Selain itu, asam lambung (HCl) dapat juga ditulis dengan nama hidroklorida. Perlu diingat, walau indeks tidak disebutkan, pastikan muatan senyawa adalah nol.
Senyawa Basa
Senyawa basa memiliki ciri yaitu bahwa anionnya pastilah (OH)-. Senyawa ini tidak menyebutkan indeks juga. Umumnya, kation berupa logam. Penamaannya, dengan menyebutkan nama kation lalu ditambahkan hidroksida. Contohnya, Fe(OH)2 disebut Besi (II) hidroksida, KOH disebut kalium hidroksida, dan seterusnya.
Terakhir, semua nama senyawa tersebut, terutama asam dan basa dapat disebutkan dengan nama biasa atau nama dagangnya, seperti H(OH) atau H2O bukan disebut asam hidroksida atau dihidrogen monoksida, namun disebut air. HCl dapat disebut juga getah lambung dan seterusnya.
Tata Nama Senyawa Organik
Tata nama senyawa organik memiliki cara tersendiri, adalah senyawa karbon yang memiliki sifat tersendiri. Senyawa organik, awalnya dianggap hanya ada dari alam, walau ternyata dapat pula dibuat di laboratorium. Cara penamaan senyawa organik akan dibahas pada bab Hidrokarbon (kelas 10 semester II). Nama yang akan digunakan adalah nama trivial/nama dagang/nama biasa, seperti glukosa (C6H12O6), etanol/alcohol (CH3CH2OH), formaldehida (HCHO), sukrosa (H12C22O11), dan lainnya.

ABOUT THE AUTHOR
BAGUS FRAYOGA EFFENDI : Simple and cool! That's me! I like write and do copy paste on my post. I love photography and chatting with friends. Follow me on TWITTER!!! Don't forget! ^^ Artikel / posting tentang Tata Nama Senyawa (stoikiometri) ini dibagikan oleh Bagus Frayoga Effendi pada tanggal 14 March 2011. Terimakasih atas kunjungan Anda pada blog ini. Kritik dan saran tentang Tata Nama Senyawa (stoikiometri) dapat Anda sampaikan melalui kotak komentar dibawah ini.

Share this article :
 

Post a Comment

Leave comment please ...

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2010-2013. IsJustYoga1 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...