MENU

Materi 7 : Sejarah Kelas XI IPA Semester 1(Faktor penyebab Islam mudah menyebar di Indonesia dan Pola Persebaran Agama Islam di Indonesia)


Faktor penyebab Islam mudah di terima
1. Syarat masuk Islam sangat mudah
2. Islam bersifat terbuka
3. Sistem peribadatan sangat sederhana
4. Islam tidak mengenal sistem kasta
5. Islam mengakomodasi tradisi dan adat istiadat masyarakat setempat.
6. Keadaan politik kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu Buddha tengah mengalami kemunduran seperti Sriwijaya, dan Majapahit
Pola Persebaran agama Islam
1.    Pola Samudera Pasai
     Pola Samudera Pasai , melalui perubahan dari negara segmenter ke negara terpusat. Kerajaan tersebut menghadapi golongan-golongan di daerah pedalaman yang harus diislamkan dan terjadi pertentangan politik serta pertikaian keluarga. Namun akhirnya kerajaan Samudera Pasai dapat menjadi sebuah kerajaan yang kuat dan penyiaran agama yang dilanjutkan oleh kerajaan Aceh.
 

Materi 6 : Sejarah Kelas XI IPA Semester 1(Bukti-bukti Masuknya Islam ke Indonesia Jalur Penyiaran Agama Islam di Indonesia )


 Jalur Penyiaran Agama Islam di Indonesia
1. Penemuan batu bersurat di daerah Leran (dekat Gresik) menggunakan bahasa dan huruf Arab, yang memuat tentang meninggalnya perempuan yang bernama Fatimah binti Ma’mun (1092).
2. Makam Sultan Malikul Shaleh di Sumatera Utara yang meninggal pada bulan Ramadhan tahun 676 Hijriah atau 1297 Masehi.
3. Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim di Gresik yang wafat tahun 1419 M. Jirat makamnya didatangkan dari Gujarat
   Berdasarkan asal daerah dan waktunya, penyebaran Islam ke Indonesia dari Timur Tengah dibedakan menjadi tiga gelombang :
   1. Jalur Utara; dari daerah Mesopotamia (terkenal dengan Persia) Islam menyebar ke timur melalui jalan darat ke Afganistan, Pakistan, dan Gujarat kemudian menuju laut ke Indonesia. Dari jalur ini Islam memperoleh unsur baru yaitu ajaran tasawuf, tatacara makam yang dibuat besar dan sangat dihormati serta adanya unsur Hindu seperti di Pakistan sekarang
2. Jalur Tengah; dari Lembah Yordania dan di bagian Timur Semenanjung Arabia, khususnya Hadramut yang menghadap langsung ke Indonesia. Penyebaran Islam dari daerah ini lebih murni, diantaranya aliran Wahabi (nama Abdul Wahab) yang terkenal keras dalam penyiarannya, dan pengaruhnya di Sumatera Barat.
3. Jalur Selatan; yang berpangkal di Mesir dan kota Kairo merupakan daerah pusat penyiaran agama Islam secara modern. Indonesia terpengaruh melalui organisasi keagamaan yang disebutMuhammadiyyah.
 

Materi 5 : Sejarah Kelas XI IPA Semester 1(Tempat Asal para Pembawa Islam di Indonesia)


1. Marcopolo (1292), dalam perjalanan pulang dari negeri Cina kemudian mengunjungi Pulau Sumatera. Pelabuhan yang pertama dikunjungi adalah Ferlec (disamakan dengan Peureulak). Menurut Marcopolo Peureulak banyak dikunjungi oleh pedagang muslim.
2. Muhamad Ghor, merupakan tokoh penyebar Islam dari Gujarat. Para pedagang memiliki peranan penting dalam penyebaran Islam di Indonesia.
3.  Snouck Hurgronje, berpendapat bahwa pembawa Islam berasal dari Gujarat abad ke-13, diperkuat oleh J.P Mouquette yang melihat kesamaan batu nisan Malik Al-Shaleh dengan batu nisan yang ada di Cambay, Gujarat.
4. Ibn Batuta, menemukan adanya Sultan yang mengikuti upacara Syafei serta menemukan makam Islam di kota Samudera yang berangka tahun 1421.
5. Diego Lopez de Sequera, tahun 1509 mengunjungi Pasai yang merupakan pusat budaya dan ajaran Islam kemudian berkembang ke berbagai daerah di Indonesia.
6. Pijnappel, berpendapat bahwa pembawa Islam berasal dari Gujarat dan Malabar,     dengan alasan bahwa orang Arab yang bermahzab Syafei berimigrasi dan menetap kesuatu daerah yaitu Gujarat. Batu nisanMalik Al-Shaleh lebih mirip dengan batu nisan yang ada di Gujarat.
7.  Fattini, berpendapat bahwa batu nisan Malik Al-Shaleh yang berbeda dengan batu batu nisan yang ada di Gujarat. Batu nisan Malik Al-Shaleh lebih mirip dengan batu nisan yang ada di Benggala. Dengan demikian asal para penyebar Islam dari Indonesia adalah dari Benggala yang kini dikenal dengan sebutanBangladesh.
8.  Morisson dan Arnold mengatakan bahwa masuknya Islam di Indonesia dibawa oleh orang-orang Coromandel dan Malabar
9.   Crawford dan Hamka berpendapat bahwa Islam berasal langsung dari Mekkah.
10. Husein Djajadingrat berpendapat bahwa Islam di Indonesia berasal dari  Persia, yang menitikberatkan pada tradisi yang berkembang antara masyarakat Persia dan Indonesia.
11. Sir Richard Winsted, menyatakan bahwa Parameswara (raja Malaka) telah memeluk agama Islam dan mengganti namanya menjadi Iskandar Syah. Hal ini dilakukan karena Malaka memiliki posisi strategis bagi perdagangan dan pelayaran.
 

Materi 4 : Sejarah Kelas XI IPA Semester 1(Pendapat para ahli tentang proses awal penyebaran Islam di kepulauan Indonesia:

Pendapat para ahli tentang proses awal penyebaran Islam di kepulauan Indonesia: 

Menurut Ahmad Mansur Soeryanegara, hipotesis tentang masuknya Islam ke Indonesia dengan tiga hipotesis :
1.  Hipotesis Gujarat (abad ke-13)
        Hipotesis Gujarat yaitu diperkuat dengan terjadinya hubungan dagang Indonesia dengan India yaitu Indonesia- Cambay-Timur-Tengah-Eropa, adanya batu nisan Sultan Malik Al-Saleh tahun 1297 yang bercorak Cambay-Gujarat. Teori ini didukung oleh Snouck Hourgoronye, WF Stuterheim, Bernard HM Vlekte serta sumber dari Marcopolo yang pernah singgah di Peurlak tahun 1292 M.
2.   Hipotesis Mekkah
        Hipostesis Mekkah merupakan sanggahan dari Hipotesis Gujarat dengan dasar yaitu adanya berita Cina dari Dinasti Tang  yang menyebutkan tahun 647 M di Sumatera telah ada perkampungan Arab. Menurut berita Ibnu Hordadzbeth (844-848 M), pedagang Sulaiman (902 M), Ibnu Rosteh(903 M), Abu Yazid (916 M), dan ahli geografi Mas’udi (955 M). Kerajaan Samudera Pasai berada dibawah kekuasaan Raja Zabag yang kaya dan menguasai jalur perdagangan  dengan kerajaan Oman.
                                Kerajaan Samudera Pasai menganut paham Syafei terbesar pada waktu Mesir dan Mekkah sedangkan India/Gujarat bermahzab Hanafi. Gelar raja Samudera Pasai adalah al-Malik merupakan gelar yang berasal dari Mesir. Teori ini didukung HamkaVan LeurTW Arnoldmenyatakan bahwa abad ke-13 telah ada kekuasaan politik Islam masuk jauh sebelumnya yaitu abad ke-13.
3.  Hipotesis Persia
       Tokoh sejarawan kita berpendapat , Husein Djajadingrat berpendapat bahwa Islam di Indonesia berasal dari  Persia abad ke 13, yang menitikberatkan pada tradisi yang berkembang antara masyarakat persia dan Indonesia seperti peringatan 10 Muharam, kata bangabdas dan masigit   adalah kata yang ada dalam bahasa Persia. dengan harakat, yaitu jabbar (a), jeer (i), pe es (u), padahal bahasa Arabnya fathah (a), kasrah (i), dhomah (u).
                      Daerah Sumatera dengan  adanya upacara Taku/Tabuik, di Jawa adanya upacara Bubur Suro, adanya ajaran Syekh Siti Jenar, dan ajaran al Halajj di Iran.
 

Materi 3 : Sejarah Kelas XI IPA Semester 1 ( Faktor Penyebab Runtuhnya Kerajaaqn Hindu Buddha di Indonesia)


Beberapa faktor yang menyebabkan runtuhnya kerajaan Hindu Buddha di Indonesia, yaitu :
a. Tidak adanya pembentukan pimpinan yang baru (kaderisasi), seperti yang terajdi pada masa Kerajaan Majapahit. Gajah Mada sebagai Patih Amangkubhumi memegang segala jabatan yang penting, ia tidak memberi kesempatan kepada generasi penerus untuk tampil, sehingga setelah meninggal Gajah Mada tidak ada penggantinya yang cakap dan berpengalaman.
b. Kelemahan pemerintahan pusat sebagai akibat berlangsungnya perang saudara seperti Perang Paregregyang justru melemahkan kekuasaan kerajaan seperti Bre Wirabhumi dengan Wikrama Wardhana.
c. Terdesaknya kerajaan sebagai akibat munculnya kerajaan yang lebih besar dan kuat. Contohnya kerajaan Majapahit diserang kerajaan Demak.
d. Berlangsungnya perang saudara seperti Perang Paregreg  yang justru melemahkan kekuasaan kerajaan seperti Bre Wirabumi dengan Wikrama Wardhana.
e.   Banyaknya daerah yang melepaskan diri akibat lemahnya pengawasan pemerintahan pusat dan kerajaan-kerajaan bawahanya membuat kerajaan yang merdeka serta tidak terikat lagi oleh pemerintahan pusat
f.   Kemunduran ekonomi dan perdagangan.
  g.  Masyarakat mulai tertarik dengan agama  Islam yang disebarkan dari Malaka, Gresik dan Tuban.
 

Materi 2 : Sejarah Kelas XI IPA Semester 1 ( Kerajaan Hindu Buddha (Galuh dan Pajajaran) ke Indonesia)


Dalam kegiatan 2 ini akan dibahas mengenai lahirnya kerajaan Hindu Buddha yang ada di Jawa Barat yaitu Kerajaan Galuh dan Kerajaan Pajajaran. Berdirinya kerajaan-kerajaan ini merupakan suatu perubahan yang penting dengan masuknya pengaruh tradisi Hindu Budha, khususnya Jawa Barat. Kapan  kerajaan-kerajaan tersebut berdiri? Bagaimana perkembangan Kerajaan-kerajaan Hindu Buddha?
1.  Kerajaan Galuh
                      Kerajaan Galuh adalah suatu kerajaan Sunda di Pulau Jawa yang wilayahnya terletak antara Sungai Citarum di sebelah barat dan Sungai Cipamali di ebelah timur. Kerajaan ini merupakan penerrus dari Kerajaan Kendan bawahan Tarumanegara.
Kata “Galuh” berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti sejenis batu permata. Kata “galuh” juga digunakan sebagai sebutan bagi ratu yang menikah (“raja puteri). Kerajaan Galuh merupakan penyatuan dari dua kerajaan yaitu Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. Kedua kerajaan tersebut merupakan pecahan dari kerajaan Tarumanegara. Menurut sumber sejarah, ibukota kerajaan Sunda berada di daerah Bogor, sedangkan kerajaan Galuh berada di daerah Ciamis, tepatnya di Kawali.
      a. Sumber sejarah :
1. Prasati Mandiwunga
2. Prasasti Cikajang
3. Prasasti Galuh, berbahasa Sunda Kuno. Prasasti ini diperkirakan dibuat abad 14-15 Masehi. Isinya sangat ringkas dan merupkan candrasangkala yaitu [wa]ra buta Mahisa hire.
4. Kisah perjalanan Prabu Jaya Pakuan (Bujangga Manik) dengan melukiskan : sadatang ka tungtung sunda , mentasing di Cipamali, datang ka alas Jawa (ketika ku mencapai perbatasan Sunda, aku menyebrangi sungai Cipamali (kali Brebes), dan masuklah aku hutan Jawa)
5. Carita Parahyangan yang ditulis pada tahun 1518 Masehi, Kerajaan Galuh dimulai waktu Rahiyangta ri Medangjati yang menjadi raja selama lima belas tahun (597-612) yang kemudian menjadi pertapa di Layungwatang, kemudian  kekuasaan diteruskan kepada putranya Wretikandayun yang dinobatkan pada tangggal 14 suklapksa bulan Caitra tahun 134 Saka (kira-kira 23 Maret 612 Masehi).
Gambar 3 : Candi Cangkuang
b. Raja-raja Galuh sampai Prabu Gajah Kulon, yang berjumlah 13 nama raja
No
Nama Raja
Masa Pemerintahan
Keterangan
1
Wretikandayun
670-702

2
Rahyang Mandiminyak
702-709

3
Rahyang Bratasenawa
709-716

4
Rahyang  Purbasora
716-723
Sepupu o.3
5
Sanjaya Harisdarma
723-724
Anak no. 3
6
Adi Mulya Premanadikusuma
724-725
Cucu no. 4
7
Tamperan Barmawijaya
725-739
Anak no. 5
8
Manarah
739-783
Anak no. 6
9
Guruminda Sang Minisri
783-799
Menantu No. 8
10
Prabu Kertayasa Dewasaleswara Sang Tri Wulan
799-806

11
Sang Walengan
806-813

12
Prabu Linggabumi
813-852

13
Parbu Gajah Kulon Rakeyan Wuwus
819-891


2. Kerajaan Pajajaran
Kerajaan Pajajaran adalah kerajaan Hindu yang diperkirakan beribu kota Pakuan (Bogor) di Jawa Barat. Kerajaan ini sering disebut juga dengan nama Negeri SundaPasundan, atau berdasarkan nama ibu kotanyaPakuan Pajajaran.
Sejarah Kerajaan Pajajaran tidak lepas dari kerajaan-kerajaan pendahulunya yaitu Kerajaan Tarumanegara.
a.       Sumber Sejarah
1.       Prasasti Batu Tulis, yang berisi tentang penobatan raja Sri baduga, ketika menerima Galuh dari ayahnya Prabu Dewa Niskala yang kemudian beregelar Prabu Guru Dewapranata. Kedua ia menerima tahta kersajaan dari mertuanya Susuktunggal., dengan gelar Sri Baduga Maharaja Ratu Haji.
2.       Prasasti Sang Hyang Tapak, Sukabumi
3.       Prasasti Kawali, Ciamis
4.       Tugu Perjanjian Portugis
b.      Raja-raja Pajajaran
1.       Sri Baduga Maharaja (1482-1521), atau Ratu Dewata memerintah selama 39 tahun. Sri baduga  lebih dikenal sebagai Prabu Siliwangi, yang tercantum dalam kropak 630 sebagai lakon pantun.
2.       Surawisesa (1521-1535), putranya Sunda dari Mayang Sunda dan cucu dari Susuk tunggal. Dalam Carita Parahyangan ia memerintah selama 14 tahun dan malakukan 15 kali pertempuran.
3.       Ratu Dewata (1535 - 1543), ia dikenal sebagai panglima perang yang perkasa dan pemberani, membangun tega Maharena Wijaya.
4.       Ratu Sakti (1543-1551), ia bersikap keras dan lalim.
5.       Raga Mulya (1567-1579), merupakan raja terakhir Kerajaan Pajajaran. Dalam naskah sebagaiPrabu Suryakencana, sedangkan dalam Carita Parahyangan dikenal Nusya Mulya. Dalam Kitab Pustaka Nusantara III/I, dan Kretabumi I/2 tentang lenyapnya Kerajaan Pajajaran pada tanggal 11 bagian terang bulan Waseka tahun 1501 Saka.
 

Materi 1 : Sejarah Kelas XI IPA Semester 1 ( Hipotesis Masuk dan Berkembangnya kebudayaan Hindu Buddha ke Indonesia)


Hipotesis Masuk dan Berkembangnya kebudayaan Hindu Buddha ke Indonesia.
                   Hipotesis masuk dan berkembangnya agama dan kebuadayaan Hindu Buddha di Indonesia. Hipotesa ini terbagi dalam dua kelompok :
A. Teori Kolonisasi
1.  Hipotesis Waisya
          Hipotesis Waisya dikemukakan oleh NJ Krom dibawa oleh para pedagang yang datang untuk menetap dan menikah dengan orang Indonesia
2.  Hipotesis Ksatria :
a. CC. Berg menyatakan bahwa golongan yang turut menyebarkan kebudayaan Hindu Buddha ialah para petualang yang sebagian besar dari golongan Ksatria. Para Ksatria tersebut ada yang terlibat langsung konflik perebutan kekuasaan di Indonesia.
b. Mookerji menyatakan bahwa para Ksatria ini membangun koloni-koloni yang kemudian berkembang menjadi sebuah krajaan.
c. JL Moens tentang masuknya agama Hindu menyatakan bahwa masuknya agama Hindu ke Indonesia dibawa oleh para prajurit disebabkan karena adanya kekacauan politik dan peperangan di India abad ke-4 dan 5 Masehi.Teori penaklukan diekmukakan oleh FDK Bosch.
d.  Hipotesis Brahmana                                                                                
Hipotesis Brahamana dikemukakan oleh JC. Van Leur tentang masuknya pengaruh Hindu Budha di Indonesia  dibawa oleh kaum Brahmana yang mendapat undangan kepala suku yang tertarik dengan agama Hindu.
A.   Hipotesa  Arus Balik
Hipotesis Arus Balik merupakan kritik terhadap ketiga teori kolonisasi tersebut (Waisya, Ksatria, Brahmana) tentang masuknya agama dan kebudayaan Hindu dilakukan oleh bangsa Indonesia yang belajar ke India dan kembali ke Indonesia mengajarkan agama Hindu.
   
Pada dasarnya keempat teori tersebut memiliki kelemahan yaitu karena golongan ksatria dan waisya tidak mengusai bahasa Sansekerta. Sedangkan bahasa Sansekerta adalah bahasa sastra tertinggi yang dipakai dalam kitab suci Weda. Dan golongan Brahmana walaupun menguasai bahasa Sansekerta tetapi menurut kepercayaan Hindu kolot tidak boleh menyeberangi laut.
Disamping pendapat / hipotesa tersebut di atas, terdapat pendapat yang lebih menekankan pada peranan Bangsa Indonesia sendiri, untuk lebih jelasnya simak uraian berikut ini.
Hipotesis Arus Balik dikemukakan oleh FD. K. Bosh. Hipotesis ini menekankan peranan bangsa Indonesia dalam proses penyebaran kebudayaan Hindu dan Budha di Indonesia. Menurutnya penyebaran budaya India di Indonesia dilakukan oleh para cendikiawan atau golongan terdidik. Golongan ini dalam penyebaran budayanya melakukan proses penyebaran yang terjadi dalam dua tahap yaitu sebagai berikut:
1. Proses penyebaran di lakukan oleh golongan pendeta Budha atau para biksu, yang menyebarkan agama Budha ke Asia termasuk Indonesia melalui jalur dagang, sehingga di Indonesia terbentuk masyarakat Sangha, dan selanjutnya orang-orang Indonesia yang sudah menjadi biksu, berusaha belajar agama Budha di India. Sekembalinya dari India mereka membawa kitab suci, bahasa sansekerta, kemampuan menulis serta kesan-kesan mengenai kebudayaan India. Dengan demikian peran aktif penyebaran budaya India, tidak hanya orang India tetapi juga orang-orang Indonesia yaitu para biksu Indonesia tersebut. Hal ini dibuktikan melalui karya seni Indonesia yang sudah mendapat pengaruh India masih menunjukan ciri-ciri Indonesia.
2. Proses penyebaran kedua dilakukan oleh golongan Brahmana terutama aliran Saiva-siddharta. Menurut aliran ini seseorang yang dicalonkan untuk menduduki golongan Brahmana harus mempelajari kitab agama Hindu bertahun-tahun sampai dapat ditasbihkan menjadi Brahmana. Setelah ditasbihkan, ia dianggap telah disucikan oleh Siva dan dapat melakukan upacara Vratyastome / penyucian diri untuk menghindukan seseorang.
                Jadi hubungan dagang telah menyebabkan terjadinya proses masuknya penganut Hindu - Budha ke Indonesia. Beberapa hipotesis di atas menunjukan bahwa masuknya pengaruh Hindu - Budha merupakan satu proses tersendiri yang terpisah namun tetap di dukung oleh proses perdagangan.
                Untuk agama Budha diduga adanya misi penyiar agama Budha yang disebut dengan Dharmaduta, dan diperkirakan abad 2 Masehi agama Budha masuk ke Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan adanya penemuan arca Budha yang terbuat dari perunggu diberbagai daerah di Indonesia antara lain Sempaga (Sulawesi Selatan), Jember (Jatim), Bukit Siguntang (Sumatera Selatan). Dilihat ciri-cirinya, arca tersebut berasal dari langgam Amarawati (India Selatan) dari abad 2 - 5 Masehi. Dan di samping itu juga ditemukan arca perunggu berlanggam Gandhara (India Utara) di Kota Bangun, Kutai (KalimantanTimur).
 

Langkah-Langkah Menemukan / Menyampaikan Topik Artikel

Langkah-Langkah Menemukan / Menyampaikan Topik Artikel -  Kata artikel tidak asing lagi bagi Anda. Anda dapat menemukan artikel di koran atau majalah. Artikel merupakan bentuk karangan yang membahas berbagai masalah. Masalah yang dibahas dalam artikel masalah yang aktual. Artikel menyajikan informasi bagi pembaca. Artikel berbentuk karangan deskripsi atau eksposisi. Dengan membaca artikel, Anda diharapkan mengerti masalah yang dibahas.

Untuk menemukan topik artikel diperlukan langkah-langkah sebagai berikut.
1. Membaca dan memahami artikel secara utuh.
2. Mencatat pokok-pokok isi artikel. Pokok-pokok isi artikel merupakan sesuatu hal yang dibahas.
3. Mencatat topik dan pokok permasalahan yang dibahas dalam artikel.
4. Memberikan pendapat atau uraian beserta alasan terhadap topik yang ditemukan.
5. Menyampaikan secara lisan topik artikel yang dibaca dengan alasan perlunya membaca artikel tersebut.

Demikian artikel "Langkah-Langkah Menemukan / Menyampaikan Topik Artikel" ini saya susun teman teman. semoga apa yang telah kita pelajari beberapa saat yang lalu dapat bermanfaat untuk kita semua.

Artikel ini saya ambil dari Buku Bahasa Indonesia ( BSE ) " Terampil Berbahasa Indonesia 2 " karangan Gunawan Budi Santoso, Wendi Widya R.D, Uti Darmawati. Semoga Apa yang mereka tulis dapat dicerna oleh teman teman semua ^_^
 

Cara MENULIS MAKALAH DAN LAPORAN


I. Pendahuluan
Banyak mata kuliah yang dipelajari pada berbagai universitas mensyaratkan Anda untuk menulis beberapa makalah dan laporan. Menulis makalah dan laporan mengajak Anda dalam menggunakan proses pencarian, integrasi dan pengorganisasian informasi dan ilmu pengetahuan yang relevan dengan mata kuliah yang dipelajari.Makalah dan laporan Anda merefleksikan bagaimana Anda melalui proses penulisan ini. Penulisan ini sering digunakan untuk menilai hasil pelaksanaan mata kuliah Anda. Untuk mendapatkan manfaat dari penulisan makalah atau laporan yang Anda buat dan mendapat nilai baik dari mata kuliah Anda, Anda seharusnya menguasai proses penulisan dan keterampilan yang mendukung produksi/pembuatan makalah dan laporan.
Setelah mempelajari topik ini, Anda diharapkan mampu untuk :
Ø Menjelaskan karakteristik makalah yang baik
Ø Menjelaskan karateristik laporan yang baik
Ø Mengidentifikasi komponen utama makalah
Ø Mengidentifikasi komponen utama laporan
Ø Menjelaskan proses penulisan makalah dan laporan
Ø Menggunakan format yang tepat untuk mencantumkan sumber acuan / referensi untuk makalah dan atau laporan yang telah Anda buat
II. Pembahasan
A. Karakteristik Makalah Yang Baik
Suatu makalah tidak hanya menjelaskan dan mendiskusikan secara mendalam topiknya, tetapi juga menunjukkan usaha dan keterampilan yang Anda miliki dalam mengumpulkan, memilih dan mengorganisasikan informasi dan bahasa secara tepat dalam makalah. Jika makalah Anda baik, itu menunjukkan usaha dan pengetahuan Anda sudah cukup tinggi menurut standar akademik.
Syarat menulis makalah yang baik:
Ø Fokus pada topik (judul) yang telah Anda pilih
Ø Merefleksikan secara kritis dan luas bacaan artikel, buku dan material lainnya yang relevan.
Ø Menyajikan penjelasan yang masuk akal dan ilmiah.
Ø Menulis dengan gaya yang jelas.
Ø Menulis dengan bahasa yang benar dan tepat.
Ø Mencantumkan semua sumber informasi secara tepat.

Contoh Makalah :
Judul Makalah : Merancang Latihan, Tugas dan Alat Evaluasi
Bab I : Pendahuluan
Bab II : Pembahasan
Bab III : Kesimpulan
Daftar Pustaka
B. Komponen Utama Makalah
Seperti kebanyakan format penulisan dokumen lain, makalah memiliki tiga komponen berbeda: bagian awal (pendahuluan), bagian tengah (isi makalah) dan bagian akhir (kesimpulan). Ada kalanya tiga komponen ini tidak secara eksplisit disebutkan, tetapi dapat diidentifikasikan melalui isi dan gaya penulisan.
1. Pendahuluan
Fungsi utama pendahuluan adalah untuk memberikan gambaran informasi dari makalah yang akan dibahas / didiskusikan.
Anda dapat menuliskan pendahuluan dalam satu atau beberapa paragraf. Pendahuluan berisi lima sampai lima belas persen dari total keseluruhan makalah.
Pendahuluan harus mencakup beberapa hal:
Memberikan penjelasan awal topik
Memberikan definisi istilah / kata kunci (keyword).
Menerangkan topik diskusi secara signifikan.
Bagaimana mengindentifikasikan topik diskusi.
Memberi batasan pendapat yang akan didiskusikan.
Tujuan / hasil yang diharapkan.
Contoh Pendahuluan dari contoh makalah dengan Judul : Merancang Latihan, Tugas dan Alat Evaluasi.
Latar Belakang
……. Keberadaan ilmu strategi pengajaran dalam sistem pendidikan memerlukan upaya serius untuk tercapainya perkembangan yang optimal dari setiap peserta didik. Dengan demikian ……..
Dewasa ini ilmu strategi pengajaran sudah berkembang ……….. Merancang latihan, tugas dan evaluasi merupakan salah satu bahasan dalam ilmu strategi pengajaran. Keberhasilan guru merancang materi pengajaran termasuk merancang latihan, tugas dan evaluasi yang merupakan alat untuk …………
Tujuan
Setelah mempelajari materi ini melalui telaahan bahan bacaan …….. para mahasiswa diharapkan: ………..
2. Batang Tubuh Makalah (Pokok Bahasan)
Batang tubuh makalah merupakan isi daripada makalah yang menjelaskan informasi detail dan pembentukkan pendapat tentang topik yang dibahas. Ketika membaca bagian ini, pembaca makalah akan dengan mudah menemukan informasi yang bermanfaat tentang pokok bahasan, dan meyakinkan bahwa sudut pandang yang anda berikan adalah benar. Batang tubuh makalah biasanya mengisi sebesar tujuh puluh sampai sembilan puluh persen (70% – 90%) dari total keseluruhan makalah tersebut.
Anda harus yakin bahwa batang tubuh / pokok bahasan makalah Anda:
Menyajikan informasi dan alasan-alasan (pendapat) dalam metode / cara yang saling mendukung dan logic.
Dukung pendapat / pokok bahasan Anda dengan literatur dan contoh-contoh.
Contoh Batang Tubuh dari contoh judul makalah : Merancang Latihan, Tugas dan Alat Evaluasi
A. Tujuan Pengajaran
Menurut Bloom, taksonomi tujuan pengajaran dibedakan dalam 3 kawasan (domain) yaitu ………….
B. Merancang Latihan dan Tugas
………………. Teknik pemberian latihan dan tugas ini biasanya digunakan dengan tujuan agar siswa ………….. ………… Juga perlu diingat, bahwa semua guru pasti memberi ………. Akibatnya latihan dan tugas itu terlalu banyak diberikan kepada siswa, menyebabkan siswa mengalami kesukaran ……..
C. Merancang Alat Evaluasi
…………. Untuk memperjelas pengertian alat atau instrumen, terapkan pada dua cara mengupas kelapa, ……………..
3. Kesimpulan
Dalam kesimpulan, makalah Anda harus menggambarkan pendapat / alasan utama Anda, dan buat pula sudut pandang / pandangan Anda yang telah Anda ajukan secara tegas. Ini memberikan pengertian yang lengkap pada makalah Anda.
Kesimpulan Anda harus mencakup:
Menyajikan kembali pendapat / alasan utama Anda atau mengingatkan pembaca akan bahasan Anda.
Ringkasan pokok-pokok bahasan anda.
Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan atau memberikan ulasan / bahasan makalah.
Materi atau gagasan baru biasanya tidak diperkenalkan dalam kesimpulan. Itu akan mengalihkan perhatian pembaca dan membuat pembaca merasa anda tidak kompeten terhadap informasi yang didiskusikan.
Contoh Kesimpulan dari judul makalah ”Merancang Latihan, Tugas dan Alat Evaluasi” :
……… bahwa keberhasilan pengajaran dan pembelajaran salah satunya, tergantung pada keberhasilan guru merancang materi pengajaran termasuk merancang latihan, tugas dan alat evaluasi yang merupakan alat untuk mencapai sasaran belajar ………..
LATIHAN
Buatlah essay/makalah yang terdiri dari lima paragraph tentang anda mendapatkan bingkisan yang sangat berkesan. Bingkisan untuk memperingati peristiwa khusus atau diberikan tanpa alasan sama sekali. Jelaskan tentang bingkisan tersebut dan mengapa sangat berkesan. Berikan alasan-alasannya, deskripsi bingkisan, dan bagaimana perasaanmu ketika menerimanya.
C. Karakteristik Laporan Yang Baik
Suatu laporan normalnya adalah produk (hasil) akhir dari sebuah percobaan, kerja lapangan, proyek penelitian, atau riset/penyelidikan. Suatu laporan seharusnya memberikan perhitungan dan hasil kegiatan atau tugas-tugas yang terkait. Laporan Anda harus menunjukkan kepada pembaca, kompetensi (kemampuan) dan keahlian / keterampilan anda dalam melakukan kegiatan-kegiatan, dan mengorganisasian serta meringkasnya.
Gaya laporan antara yang satu dengan yang lainnya berbeda/bervariasi, oleh karena itu sangat penting bagi Anda untuk mempelajari permintaan tugas-tugas secara hati-hati (teliti) untuk mengerti secara pasti apa yang diperlukan.
Secara umum laporan yang baik harus mencakup:
Memberikan laporan secara tepat dan jelas apa yang telah, hingga laporan tersebut selesai disusun.
Merefleksikan keefektifan dan keefisiensian keterampilan yang Anda gunakan untuk menjadikan pekerjaan / tugas lengkap.
Menyajikan informasi dalam urutan yang dapat diterima atau masuk akal (logis).
Ditulis dengan gaya yang jelas.
Ditulis dalam bahasa yang benar dan tepat.
Mencantumkan semua sumber informasi (referensi) secara proporsional / sesuai dengan kebutuhan.
D. Komponen Utama Laporan
Seperti makalah dan kebanyakan dokumen tertulis, laporan harus dimulai dengan pendahuluan dan diakhiri dengan kesimpulan. Diantara pendahuluan dan kesimpulan, ada tiga seksi (3 bagian) yang dinamakan metode / cara-cara yang digunakan, hasil dan pembahasan (diskusi). Ketiga-tiga bagian (seksi) ini dapat meliputi sekitar tujuh puluh sampai sembilan puluh persen (70% – 90%) dari total keseluruhan laporan yang telah Anda susun.
Seluruh lima seksi/bagian (kelima-lima seksi/bagian) biasanya diberi nama, dan isinya serta coraknya menjadikan hal tersebut dengan mudah dapat dikenali. Walaupun Anda harus mengikuti petunjuk tugas secara teliti. Pedoman berikut tentang lima bagian tersebut mungkin sangat bermanfaat bagi Anda.
1. Pendahuluan.
Pada pendahuluan, Anda menjelaskan / menyampaikan latar belakang dan pengetahuan dasar (informasi) secara umum yang dengan itu berguna dan mudah bagi pembaca untuk membaca bagian pokok dari laporan Anda.
Secara umum, pendahuluan laporan harus mencakup:
Menjelaskan latar belakang yang sesuai dari apa-apa yang anda paparkan;
Menyatukan masalah-masalah / problem-problem dan pertanyaan-pertanyaan yang anda teliti dan lakukan; dan
Memaparkan / menggambarkan pentingnya hal yang dilakukan.
2. Metode-metode.
Bagian ini, memberikan gambaran yang menyeluruh prosedur / urutan langkah-langkah yang telah Anda gunakan. Dalam hal ini, Anda harus:
Memberikan secara rinci bahan/pokok-pokok bahasan, perlengkapan, dan atau peralatan yang anda gunakan, dan
Memaparkan/menggambarkan masing-masing langkah yang diambil dalam Anda melakukan pekerjaan/tugas tersebut.
Jika Anda memiliki/menemukan beberapa perbedaan/kesulitan apapun selama melakukan kegiatan tersebut, berilah gambaran (gambarkan) dalam bagian ini.
3. Hasil
Dalam bagian hasil, Anda menyajikan/menjelaskan secara rinci temuan-temuan yang didapat dengan problem (masalah) dan persoalan yang harus dipelajari/teliti. Ketepatan dan kejelasan/kejujuran adalah faktor utama, walaupun nantinya didapatkan hasil yang tidak diharapkan, harus dilaporkan juga.

Melalui bagian ini, Anda perlu untuk:
Memaparkan pengamatan dan hasil temuan anda secara masuk akal/dirinci sehingga dapat di mengerti, dan
Menarik perhatian pembaca Anda, dengan menunjukkan sesuatu yang luar biasa dari tulisan Anda.
4. Pembahasan/Diskusi.
Dalam bagian pembahasan/diskusi, Anda mengkaitkan hal-hal pokok dari informasi yang anda sajikan dan upaya/berusaha memecahkan masalah-masalah atau jawaban atas pertanyaan-pertanyaan Anda.
Untuk mencapai ini, Anda harus:
· Menginterprestasikan/mengartikan hasil-hasil dalam kaitannya dengan pertanyaan-pertanyaan atau masalah-masalah / problem-problem yang dipelajari dan kesulitan-kesulitan yang dialami
· Tanggapan/pendapat atas kesesuaian dan keabsahan/kebenaran dari metode-metode yang digunakan terhadap hasil yang dicapai dan kesulitan-kesulitan yang ditemukan selama proses penulisan.
· Membahas bagaimana dapat diterapkan suatu persaman persepsi/pandangan dari berbagai sumber dapat diperoleh.
5. Kesimpulan.
Bagian kesimpulan dari laporan anda harus menyakinkan pembaca anda bahwa kegiatan yang dipaparkan dalam laporan telah lengkap sebagaimana mestinya dan anda mengetahui apa yang telah dicapai tugas yang dilaporkan dan apa langkah berikutnya yang harus dipilih.
Pada kesimpulan laporan, Anda boleh:
Meringkas pengamatan dan temuan-temuan utama.
Menyimpulkan prestasi yang telah dibuat dan perbedaan yang ditemui; dan
Memberikan saran dan pendapat untuk penelitian lebih lanjut dalam kaitan/ berhubungan dengan pekerjaan Anda.
LATIHAN
Buatlah laporan tentang pelatihan yang pernah/sedang Anda lakukan!

DAFTAR NILAI REMEDIAL FISIKA
Contoh Laporan :
KELAS X
No.
Nama Siswa
Nilai Hasil Belajar
Nilai
RENTANG
Deskripsi
Kognitif
Psikomotor
Afektif
Raport
1
Gery (x-1)
47
55
60
Belum tuntas, tingkatkan motivasi dan konsentrasi dalam belajar fisika
2
Riska Ilmi (X – 1 )
57
53
60
Belum tuntas, tingkatkan motivasi dan konsentrasi dalam belajar fisika
3
Andrew H (X – 3 )
58
60
53
Belum tuntas, tingkatkan motivasi dan konsentrasi dalam belajar fisika
4
Kevin H ( X – 3 )
56
60
53
Belum tuntas, tingkatkan motivasi dan konsentrasi dalam belajar fisika
5
Trias Jaka A ( X – 3 )
60
60
60
Tuntas, tingkatkan motivasi dan konsentasi dalam belajar fisika
6
Dienda Benita ( X – 4 )
60
60
60
Tuntas, tingkatkan motivasi dan konsentasi dalam belajar fisika
7
M Budi Akbar ( X – 4 )
60
67
67
Tuntas, tingkatkan motivasi dan konsentasi dalam belajar fisika
8
Nurul lindri ( X – 4 )
60
60
67
Tuntas, tingkatkan motivasi dan konsentasi dalam belajar fisika
9
Pandega ( X-4)
60
67
73
Tuntas, tingkatkan motivasi dan konsentasi dalam belajar fisika
10
Rangga P W ( X- 4 )
60
67
73
Tuntas, tingkatkan motivasi dan konsentasi dalam belajar fisika
11
Tubagus Tabshir ( X – 4 )
60
60
60
Tuntas, tingkatkan motivasi dan konsentasi dalam belajar fisika
12
Ade C ( X – 5 )
60
60
60
Tuntas, tingkatkan motivasi dan konsentasi dalam belajar fisika
13
Billi Dwi ( X – 5 )
49
53
55
Belum tuntas, tingkatkan motivasi dan konsentrasi dalam belajar fisika
14
Haryo Prakoso ( X – 5 )
60
60
60
Tuntas, tingkatkan motivasi dan konsentasi dalam belajar fisika
Jakarta, Juni 2005
( Rahman F, S.S)


E. Proses Menulis Makalah dan Laporan
1. Penganalisaan Pokok Bahasan atau Tugas.
Makalah yang Anda tulis berdasarkan topik (pokok bahasan) yang telah dipilih atau diberikan, dan laporan dikembangkan dari pekerjaan yang ditugaskan pada Anda. Oleh karena itu makalah dan laporan yang Anda susun harus sesuai dengan semua persyaratan/kriteria-kriteria yang sudah ditetapkan, yang sangat penting untuk Anda ingat adalah mengerti secara jelas topik (pokok bahasan) atau pekerjaan/tugas tersebut.
Untuk mencapai pengertian/tahap ini, anda harus mempelajari tugas, pertanyaan secara hati-hati (teliti dan tepat), dan menganalisis bahasan serta tugas yang spesifik /secara rinci dalam beberapa pertanyaan. Anda harus mengidentifikasikan faktor pendukung, berapa luas, langkah-langkah dan cakupan bagian pekerjaan itu. Hal itu dapat juga memberikan informasi seberapa jauh Anda harus menjelaskan maksud-maksud Anda dan seberapa detail informasi pekerjaan Anda seharusnya.
2. Penelitian Pokok Bahasan atau Bidang Pekerjaan.
Gagasan dan argumen (ulasan) yang Anda kembangkan dalam penulisan Anda harus dibangun atas dasar apa yang telah dilakukan dan ditemui orang-orang dilapangan (hasil temuan), dan agar Anda dapat secara tepat berkaitan antara pekerjaan Anda dengan pekerjaan yang telah dilakukan orang lain dan Anda harus mencari/meneliti apakah bahasan atau wilayah yang berkaitan dengan pekerjaan Anda.
Suatu cara yang baik untuk mengembangkan penulisan adalah dengan membaca literatur/kepustakaan yang berkenaan dengan topik atau bahasan yang didiskusikan. Anda harus banyak membaca referensi untuk mendapatkan pandangan/wawasan yang luas dan masuk akal, dengan area/wilayah yang menjadi bahasan Anda. Untuk membaca secara efektif, Anda harus menggunakan keahlian/keterampilan membaca.
Ketika membaca, ingat untuk mengevaluasi gagasan-gagasan dalam pekerjaan Anda umumnya, Anda tidak hanya mengharapkan pada laporan pandangan orang lain, tetapi Anda harus juga menerapkan gagasannya secara kritis, kekuatan-kekuatannya dan kelemahan-kelemahannya bila perlu.
3. Perencanaan.
Penulisan yang baik berkembang dari perencanaan yang baik pula. Ketika memulai rencana, Anda pertama kali mencatat gagasan kaidah yang dimasukkan. Kemudian Anda dapat mengorganisasikan (menyatukan) dalam topik dan sub topik untuk digunakan dalam essay/makalah (tulisan) Anda.
Ketika Anda menyelesaikan rencana awal, cek secara seksama apakah gagasan / ide telah dimasukkan tersusun secara logis, apakah argumen (alasan) Anda dapat dikembangkan secara sistimatis, dan apakah telah melibatkan semua wilayah/bidang yang diperlukan.
4. Membuat Konsep Laporan.
Makalah atau laporan yang baik disaring dari draf/konsep yang sudah direvisi. Ini adalah hal yang biasa/sering dilakukan untuk mendraf (mengkonsep ulang) suatu makalah atau laporan sampai atau bahkan lebih dari 5 (lima) kali. Anda harus menyiapkan waktu yang cukup bagi diri Anda untuk proses mengkosep dan kembali mengkonsep secara terus-menerus sebelum batas tanggal pekerjaan Anda berakhir.
Dalam draf awal, masukkan ide / gagasan Anda, tuliskan atau gunakan pengolah kata. Anda tuangkan ide-ide (gagasan-gagasan) Anda kedalam kalimat-kalimat dan paragraf-paragraf (alinea) yang simpel/sederhana dan jelas.
Dalam penulisan draft (konsep) tidak perlu memulai dengan pendahuluan. Anda boleh saja memulai dengan batang tubuh/bahasan makalah (essay/tulisan) Anda atau bagian dengan metodologi laporan Anda, atau sebagian lainnya. Banyak mahasiswa lebih mudah menulis bagian pendahuluan dan bagian kesimpulan, ketika mereka telah menyelesaikan bagian yang lain.
5. Mengkonsep Ulang.
Tulisan anda harus membawa ide (gagasan) anda secara jelas. Ketika anda merevisi/melakukan revisi (memperbaiki) draf / konsep, Anda harus mengkritisi tulisan secara objektif. Berfikirlah bagaimana pembaca Anda akan menilai kerja Anda dan mancari makna yang dapat membingungkan pembaca Anda. Anda dapat tetap melakukan konsep untuk beberapa jam atau bahkan beberapa hari sebelum anda merevisinya/memperbaikinya. Hal ini memberikan Anda jarak atau kesempatan (tengang waktu) sehingga Anda dapat melihatnya dengan pandangan yang baru ketika kembali padanya.
Kelayakan dan ketepatan/akurasi adalah dua kunci utama untuk merevisi draf/konsep Anda. Anda harus yakin bahwa bahasa dan gaya Anda layak/pantas, dan ungkapan yang tepat dan jelas dalam menyampaikan ide / gagasan Anda. Anda perlu memeriksa kerja Anda secara cermat untuk memeriksa semua komposisi tata bahasa dan ejaan. Semua sumber yang digunakan harus dijabarkan secara akurat dalam teks dan dokumen-dokumen daftar rujukan (referensi).
Anda harus juga menjaga tetap pada kesinambungan antara paragraf-paragraf (alinea-alinea) dan antara bagian-bagian. Anda perlu meyakinkan pembaca Anda memahami/mengerti bagaimana ide / gagasan Anda berkaitan, dan satu alinea terkaitkan dengan yang berikutnya, dan bagaimana satu bagian dihubungkan dengan/kepada bagian berikutnya.

F. Referensi Makalah dan Laporan
1. Kenapa Referensi Diperlukan?
Pada tingkat universitas, biasanya/normalnya Anda diharapkan menulis dengan cara ilmiah. Untuk menulis essay/makalah dan laporan tidak cukup hanya berdasar pada pikiran/akal sehat saja. Anda perlu menunjukkan Anda telah membaca secara cermat (seksama) tentang pokok bahasan, problem / permasalahan atau pertanyaan yang Anda pelajari/teliti.
Untuk melakukan ini, Anda perlu untuk menerapkan gagasan-gagasan (ide-ide) yang relevan bacaan Anda kedalam tulisan Anda. Ketika ide / gagasan orang lain dapat diterapkan, Anda harus menyatakan / mencantumkan sumbernya (referensi). Jika Anda tidak melakukan pencantuman sumber referensi maka termasuk plagiat (penjiplakan) yang merupakan kejahatan serius dalam etika penulisan makalah dan atau laporan/karya ilmiah.
Penunjukkan sumber refernsi sebagai bahan informasi disebut perujukan yang dinamakan dengan kepustakaan. Ketika Anda membaca, mungkin akan ditemukan/didapatkan banyak ketentuan perujukan yang tidak sama. Suatu ketentuan umum diperkenalkan pada dua sub seksi/sub bagian berikutnya.

2. Pembuatan/menulis Referensi
Untuk makalah, laporan penilitian dan artikel tertulis lainnya yang anda buat untuk keperluan tugas akademik, anda diharapakan dapat menulis dalam format yang sesuai dengan aturan lembaga pendidikan. Anda harus menggunakan sistem referensi yang benar untuk menghargai ide, falsafah, artikel, dan lainnya yang bukan berasal dari hasil pemikiran anda sendiri.
a. Referensi Untuk Buku
Untuk merujuk sumber dalam tubuh dari teks, Anda dapat menggunakan ”Sistem tahun penerbitan pengarang”. Pertama-tama Anda menulis nama belakang seorang pengarang / penulis, dan kemudian tahun penerbitan dari penyebutan yang dilakukan. Nama belakang pengarang dan tanggal dari publikasi harus disebutkan dalam satu kalimat. Jika anda mengambil referensi dari satu kalimat/paragraf/halaman dari sebuah paper/buku, maka nomor halaman tidak perlu disebutkan. Jika nama pengarang ingin disebutkan didalam kalimat, maka yang disertakan hanyalah tahun penerbitannya saja.
Contoh:
Ø Nunan (1995) menyimpulkan bahwa…….
Ø Carlson (1981) berpendapat bahwa ……..
Sebaliknya jika ingin nama dan tahun ingin disatukan atau anda hanya mencantumkan tahun dan nomor halaman dalam tanda kurung bila nama pengarang menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kalimat Anda, seperti contoh diatas. Jika tidak, nama didalam tanda kurung, maka akan seperti dibawah ini:
Ø Paper ini membicarakan gagasan dari fokus pelajar. Gagasan adalah…..” (Nunan, 1995).
Ø Penelitian terakhir (Carlson 1981) ……
Jika nama dan tahun disatukan dengan kalimat, maka tidak ada aturan penulisan khusus dan akan seperti contoh dibawah ini:
Pada tahun 1981, Carlson menyimpulkan bahwa ………….
b. Menggunakan Nomor Halaman
Jika anda menyebutkan/mengutip grafik atau data (bagian yang spesifik) dari suatu sumber, nomor halaman harus dimasukkan pada akhir/terakhir bagian.
Sebagai contoh:
Ø Berdasarkan tabel (Prijono, hal.168) ditemukan ”perbandingan penawaran dan permintaan perguruan tinggi ………”
Ø Nunan (1995, hal. 134) menemukan suatu kekeliruan, pelajar beranggapan ia masuk kedalam ruang kelas bahasan dengan kemajuan
Ø Data diambil …………” (Prijono 1999, hal.168)
c. Dua atau Tiga orang Pengarang
Jika sumber yang digunakan dibuat oleh dua atau tiga orang pengarang, selalu sertakan/gunakan semua nama belakangnya tersebut pada kutipan setiap kali anda menyebutkan sumber referensi yang digunakan, sebagai contoh:
Ø Halliday and Martin (1993) atau (Halliday and Martin, 1993)
Ø Cook, Brown and Roberts (1980)
Referensi diatas tidak boleh disingkat menjadi: Cook et al. (1980), karena bias saja maknanya Cook et al. (1980) secara berturut-turut adalah Cook, Brown and Roberts (1980) atau Cook, Brown and Smith (1980).
Jadi untuk referensi yang terdiri dari dua atau tiga orang pengarang, nama-nama pengarang tersebut harus dituliskan semua dan tidak boleh disingkat menjadi “et al.” atau dkk (dan kawan-kawan).
d. Lebih dari Tiga orang Pengarang
Jika lebih dari tiga pengarang, gunakan nama belakang pengarang yang pertama dan tambahkan ”et, al”; sebagai contoh:
Snow et al. (1996) atau (Snow et al, 1996)
e. Sumber Referensi Ganda
Pengarang yang sama
Jika anda mengutip beberapa hal dari pengarang yang sama maka penyusunannya secara ”chronological”, dan jika dalam satu tahun pengarang tersebut mempunyai lebih dari satu hasil karya maka pada penulisan tahun pembuatan harus ditambahkan a, b, c, dst.
Contoh: Carlson (1971, 1981a, 1981b)
Pengarang yang berbeda
Susun nama-nama pengarang tersebut berdasarkan ”chronological”, dan untuk tahun yang sama, gunakan tanda strip (-) untuk memisahkan.
Contoh: (James 1960; Johns 1972; Purvis-Smith 1980)
f. Format Penulisan Berdasarkan Harvard University
Pengarang Nama pengarang dari sumber yang digunakan, nama lengkap, inisial.
Tahun Tahun penerbitan dari sumber referensi.
Judul Judul buku, judul artikel atau bab dalam bentuk kompilasi, nomor edisi jika diterbitkan dalam beberapa edisi.
g. Informasi Detail Publikasi
Untuk buku Kota dan/atau Negara yang menerbitkan buku tersebut, strip (-), nama penerbit titik (.).
Untuk jurnal Nama lengkap jurnal, nomor volume, koma (,), nomor tema, koma (,), bulan, koma (,), nomor halaman, titik (.).
Layout Untuk dapat dibaca dengan jelas, elemen dari referensi dipisahkan dengan garia pada daftar referensi dan Bibliografi.
h. Contoh format penulisan referensi untuk berbagai macam sumber referensi:
Buku
Ø Ausubel, D.P. 1958, Theory and problems of child development, Paul Elek, London.
Ø Cooper, C. & Robins, E. 1967, The term paper (4th edn), JohnWiley and Sons, New York.
Ø Sergiovanni, T.J. & Starrat, R.E. 1983, Supervision: Human Perspectives, Prentice Hall, Englewood Cliffs, N.J.

Artikel atau bab didalam buku hasil kompilasi orang lain
Tindale, M.D. 1962, “Pteriodophyta” in Handbook of the vascular plants of the Sydney Distirc and Blue Mountains, eds N. C. W. Beadle, O.D. Evans & R.C. Carolin, University of New England, Armidale
Artikel Jurnal
Ø Bander, L, 1951, “Spesific Learning Difficulty as a Maturational Lag”, Bulletin of the Orton Society, vol.3, pp 268-275.
Ø Hammond, S.B. & Cox, F.N. 1966, “Some Antecedents or Educational Attainments”, Australian Journal of Psychology, vol.19, no-1, pp 35-39.
Artikel Jurnal dari Volume yang Berbeda
Kimura, D. 1973, ”The Asymmetry of the Human Brain”,Scientific American, vol.28, pp.70-79; dikutip dari K. McFarland & R. Ashton 1975, “The Lateralised Effect of Concurrent Cognitive Activity of a Unimanual Skill”, Cortex, vol.2, pp.283-290.
Artikel Koran
Ø Sheridan G. 1985, “The Lies They Tell Our Children”, Weekend Australian, 2 February, p. 6.
Ø Anon 1977, “Poor Road Blamed for High Toll”, National Times, 6 March, p. 10.

Publikasi Pemerintah
Ø Publikasi Departemen tanpa nama pengarang
Contoh: Department of the Capital Territory 1974, ACT Land Development, Australian Government Publishing Service, Canberra.
Ø Publikasi Departemen dengan nama pengarang
Contoh: Rilling, N., Johnson, A. & Fox, F.L, 1970, Trees and shrubs of Australia (erd edn), Australian Government Publishing Service, Canberra.
Disertasi yang tidak dipublikasikan
Brewer, W.F. 1976, Paired Associated Learning in Dyslexic Children, Unpublished doctoral dissertation, University of Lowa.
Daftar pustaka berdasarkan Harvard System
Ø Boyd, J. 1985, “Nursing citizenship – a neglected issue”, Australian Journal of Advanced Education, vol.2, no.4, pp. 53-61.
Ø Brim. O.G. Jnr & Wheeler, S. 1966, Socialisation after childhood, John Wiley & Sons, New York.
Ø Buckenham, J.E. & McGrath, G. 1983, The social reality of nursing, Health Science Press, Sydney.

i. Informasi dari Internet
Hasil kerja individu / artikel di Internet yang menyertakan nama pengarangnya.
Pengarang/editor, Tahun ”Judul” [online], (Edition). Tempat dipublikasikan: Penerbit (jika ada). Diambil dari: URL [Tanggal Akses].
Contoh: Young, Emma (2001). ”Gaur clone” [online]. New Scientist. Diambil dari:http://www.newscientist.com/nsplus/insight/clone/clonealonegaur.html [9 Mei 2006]
§ Kata “online” menunjukan bahwa artikel yang anda ambil berasal dari internet.
§ ”Tanggal akses” adalah tanggal ketika anda mendownload dokumen dari internet.
§ ”Penerbit” dapat ditulis dengan organisasi atau orang yang bertindak sebagai administrator/mengelola situs.
§ Jika tiadak ada nama pengarang dengan spesifik, tetapi menggunakan nama organisasi, departemen atau komite, maka tulislah nama organisasi, departemen atau komite tersebut.
Contoh: United Nations.Publication Branch (2000).”Statistics on Australia”(online).Dari:http://www.un.org/Pubs/CyberSchoolBus/infonation/e_glance.htm [9 Mei 2001].
E-Jurnal (Electronic Jurnal)
Nama pengarang, tahun, “Judul”. Judul jurnal [online], volume (tema). Diambil dari: alamat situs [tanggal akses].
Contoh: Coghlan, Andy. “Perfect ten: a study of abnormal mice reveals why we have five fingers on each hand. “New Scientist [online], 8th May, 2001. available-from:http://www.newscientist.com/dailynews/news.jsp?id=ns9999704. [Accessed 9 May 2001]
E-mail
Jika anda ingin menggunakan e-mail seseorang untuk dijadikan sebagai referensi, gunakan “Topik (subject)” dari pesan tersebut sebagai judul dan tuliskan beserta tanggal, bulan dan tahunnya. Pada bagian “diambil dari/availability”, tuliskan alamat e-mail pengirim dan penerima. Pengirim (alamat e-mail pengirim). Tanggal Bulan Tahun. Topic/subject pesan. Dikirim untuk (Alamat e-mail penerima).
Contoh:
o Smith, John jsmith@abc123.bigpond.com, 6th May 2001- “Writing references” E-mail to (jonesj@abc.1)
o Xia Li and Nancy B. Crone, (1995) “Electronic style : a guide to citing electronic information,” 2nd ed.
3. Bagian Referensi (Bagian Rujukan)
Pada akhir dari makalah atau laporan anda, buat suatu bagian yang terpisah beri judul ”Daftar Pustaka” atau ”Referensi” untuk memberikan informasi lengkap tentang atau mengenai sumber yang Anda kutip kedalam teks/tulisan Anda. Semua sumber referensi disusun secara urutan alfabet/huruf.
Dalam penulisan daftar referensi, Anda harus memberikan informasi dan urutan sebagai berikut: nama pengarang atau lembaga yang bertanggung jawab, tahun penerbitan, judul lengkap, kota penerbitan, dan nama penerbit.
Sebagai contoh:
Halliday, MAK dan Martin, JR (1993) Writing science: Literacy and Discursive Power, London: Falmer Press.
Karangan atau artikel dari majalah, informasi harus dicantumkan dengan urutan sebagai berikut: nama pengarang, tahun, judul lengkap, nama majalah, nomer dan halaman.
Sebagai contoh:
Nunan, D (1995) ’Closing the gap betwen learning and instruction’,TESOL Quarterly, 29: 133-58.
Sumber informasi atau referansi yang berupa karangan atau artikel yang diambil dari pekerjaan atau bahan bacaan (buku) yang telah diedit, lebih banyak informasi yang harus dicantumkan, dan itu dapat disusun dengan urutan sebagai berikut; nama pengarang atau lembaga yang bertanggung jawab, tahun penerbitan, judul lengkap karangan pekerjaan yang telah diedit, nama editor, (Ed) atau ’Edi’, judul lengkap pekerjaan yang telah diedit, kota penerbitan, nama penerbit, dan nomer halaman.
Sebagai contoh:
Snow, MA, Hyland, J, Kamhi-Stein, L and Yu, JH (1996) ’U.S. language minority students: Voices from the junior high claasoom’, Classroom: Quality Research in Second Language Education, CambridgeUniversity Press, 304-17.
Untuk penggunaan tanda baca, Anda dapat mengikuti ketentuan pada contoh diatas. Anda harus mencatat/memasukkan semua sumber yang didapat sesuai dengan ketentuan penulisan daftar pustaka/referensi yang dapat diterima oleh semua pihak. Sebagai informasi, pada ketentuan/syarat-syarat yang berasal dari yang lain atau informasi dari sumber lain, anda dapat mengikuti petunjuk penulisan referensi tersebut.
Sebagai contoh:
Pedoman Penerbitan Persatuan Psychology Amerika dan Gaya Ledana Chicago.

III. Penutup

Penulisan makalah dan atau laporan akan menjadi bagian integral bagi Universitas atau qualifikasi-qualifikasi lain. Anda harus mengembangkan kecakapan yang tepat untuk memperoleh kemungkinan terbesar kebaikan/manfaat pembelajaran dan mencapai tingkat yang tinggi melalui ini. Bab ini memberikan pedoman umum bagaimana anda harus mengerjakan essay (makalah) atau tugas penulisan anda, dan bagaimana anda dapat mengatakan apakah pekerjaan anda baik.
Ketika anda menyempurnakan essay (makalah) atau tugas penulisan laporan, pastikan anda mengikuti 5 (lima) langkah proses penulisan yang telah dijelaskan diatas. Organisasikan kerja anda ke dalam komponen-komponen utama yang telah dijelaskan, cek pekerjaan anda yang telah selesai terhadap karakteristik essay (makalah) dan laporan yang bagian dan semua dokumen semua rujukan/referensi.

 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2010-2013. IsJustYoga1 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger