MENU

Dasar Belajar Fotografi: Foto Murni vs Digital Imaging


contoh foto hasil olahan digital (digital imaging photo)
contoh foto hasil olahan digital (digital imaging photo) [foto dari www.indonesianphotographer.com)

Dengan perkembangan gadget fotografi saat ini, sangat memungkinkan siapapun bisa memotret. Bisa memotret dengan mudah, dengan lebih murah, dan dengan cepat mendapatkan hasil foto yang lebih baik. Dengan cukup memiliki kamera digital pocket biasa saja, siapapun bisa memotret sepuasnya. Tak perlu kamera SLR/DSLR lagi. Bahkan, yang sudah punya SLR/DSLR pun!
Nah, dengan kondisi ini, akhirnya memunculkan prinsip baru dalam dunia fotografi, yaitu “prinsip asal jepret“. Maksud saya, jeprat-jepret dulu saja, hasil belakangan. Kebiasaan yang ada, jika dilihat di layar LCD kamera kurang bagus, langsung hapus! Terus, tinggal jepret lagi deh…

Terus, ada lagi. Jika kurang puas dengan hasil dari kamera langsung, foto digital bisa dengan mudah diolah dengan software pengolah gambar. Nah, bagi yang ingin serius mendalami dunia fotografi, hati-hatilah dengan prinsip ini. Kalau ikut-ikut prinsip ini, kita bisa-bisa malah bukannya jadi fotografer profesional (ini bagi yang ingin belajar fotografi lho…), tapi malah jadi DI-ers, atau seorang pengolah gambar (digital imageer? photoshoper? digital imaging art? atau apalah sebutannya).
Oleh karena itulah, saya kali ini ingin sedikit mengulasnya sebagai bahan diskusi kita lebih lanjut. Dalam judul, saya tuliskan “Foto Murni vs Digital Imaging“. Lalu apa maksud saya?
Pendapat saya, yang disebut “Foto Murni” itu adalah foto asli yang dihasilkan langsung dari kamera, baik kamera analog, semianalog, maupun digital, tanpa editan atau olahan sama sekali. Foto ini murni karya dari hasil hitungan teknis di kamera yang tepat. Pokoknya original deh. Sedangkan, untuk “Foto DI (Digital Imaging = olah digital) adalah foto yang sudah di edit atau di olah dengan software pengolah gambar, seperti Photoshop, Lightroom, ACDsee, dan lain sebagainya.
Tidak ada yang salah dengan dua jenis karya foto ini. Tidak ada yang buruk salah satu atau dua. Keduanya baik dan sangat dibutuhkan, baik yang murni maupun yang DI. Namun, yang harus kita perhatikan ketika kita ingin serius di dunia fotografi (INGAT, ini khusus bagi yang ingin mendalami fotografi dengan modal kamera yang kita miliki) adalah, ini menurut saya lho, langkah awalnya adalah tetap mengutamakan terlebih dahulu menghasilkan foto yang terbaik dan semurni mungkin dari kamera kita.


contoh foto asli tanpa digital imaging by peters vincen 
(http://kfk.kompas.com)
saya yakin foto ini asli tanpa digital imaging by peters vincen (http://kfk.kompas.com)


Jadi, kita kuasai betul-betul dengan detil gadget atau peralatan kamera yang kita miliki. Hitung, pertimbangkan, dan seriusi kamera kita. Sisi pencahayaan (lighting), komposisi (compotition), angle, saturation, diafragma, white balance (WB), dan lain sebagainya. Yakinkan terlebih dahulu, bahwa kita telah benar-benar bisa menghasilkan foto terbaik seperti yang kita butuhkan. Jawablah pertanyaan mendasar ini sebelum kita memotret, “Untuk kita buat apa foto yang kita hasilkan? Mau digunakan untuk apa? Atau, mau diapakan hasil foto kita?”
Nah, setelah itu terjawab, dan yakin bahwa hasil kita telah sesuai dengan yang kita butuhkan, baru kita bermain di software pengolah gambar sesuai kebutuhan selanjutnya. Bayangkan saja, kalau kita diawal sudah menghasilkan foto yang cukup baik, maka olahannya pun lebih mudah bukan? Ngeditnya lebih ringan, lebih sedikit, dan tak butuh waktu lama di depan komputer.
Berdasarkan pengalamanku sendiri, olah digital sangat dibutuhkan. Terkadang, beberapa kesalahan minor, seperti wajah sedikit berjerawat perlu kita kurangi, foto yang sedikit gelap perlu kita seimbangkan cahayanya, komposisi yang kurang pas perlu kita crop, pengaturan kontras perlu kita atur level dan colornya, dan lain sebagainya.
Sehebat apapun kita punya keahlian olah digital, jika foto yang ingin kita olah ‘dibawah standar’ atau, katakan saja buruk, dijamin pasti jengkel rasanya kita di depan komputer kan?

ABOUT THE AUTHOR
BAGUS FRAYOGA EFFENDI : Simple and cool! That's me! I like write and do copy paste on my post. I love photography and chatting with friends. Follow me on TWITTER!!! Don't forget! ^^ Artikel / posting tentang Dasar Belajar Fotografi: Foto Murni vs Digital Imaging ini dibagikan oleh Bagus Frayoga Effendi pada tanggal 01 September 2010. Terimakasih atas kunjungan Anda pada blog ini. Kritik dan saran tentang Dasar Belajar Fotografi: Foto Murni vs Digital Imaging dapat Anda sampaikan melalui kotak komentar dibawah ini.

Share this article :
 

Post a Comment

Leave comment please ...

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2010-2013. IsJustYoga1 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...